Berita

Meningkatkan Mutu Jagung Dengan Cara Memaksimalkan Penanganan Pasca Panen

2019-05-20 12:22:36 oleh Admin

Selain bermanfaat untuk manusia, jagung juga bermanfaat untuk semua jenis ternak. Butiran jagung mengandung energi tertinggi dan merupakan bahan pakan yang baik untuk ternak. Kandungan terbesar dalam jagung adalah karbohidrat, yaitu sekitar 72% dari berat biji yang sebagian besar berupa pati, yang secara umum mengandung amilosa 25-30% dan amilopektin sekitar 70-75% (Boyer dan Shannon, 2003). Selain itu biji jagung juga mengandung beberapa vitamin seperti kolin 57 mg/kg, niasin 28 mg/kg, asam pantotenat 6,6 mg/kg, piridoksin 5,3 mg/kg, tiamin 3,8 mg/kg, riboflavin 1,4 mg/kg, asam folat 0,3 mg/kg, biotin 0,08 mg/kg, vitamin A (karoten) 2,5 mg/kg, dan vitamin E (tokoferol) 30 IU/kg (Watson, 2003).

Selanjutnya akan kita bahas mengenai penanganan pasca panen jagung. Kegiatan ini penting sekali supaya kualitas jagungnya baik dan memiliki nilai jual tinggi. Kegiatan pasca panen ini harus diikuti sesuai alur, karna bisa mempengaruhi hasil di tahap berikutnya. Rangkaian kegiatan pasca panen jagung adalah sebagai berikut :

  1. Penjemuran tongkol, penjemuran dilakukan untuk menurunkan kadar air lebih lanjut dan memudahkan pemipilan. Waktu penjemuran dengan memanfaatkan sinar matahari sebaiknya dilakukan dari pukul 08.00-11.30 dan dilakukan diatas tempat yang keras dan tidak lembab, seperti lantai jemur dari semen atau tanah yang dilapisi dengan terpal. Mengapa dengan sinar matahari? Karena bila dikeringkan dengan sinar matahari kadar air jagung tidak turun secara drastis dan juga lebih efisien.  Tidak disarankan untuk melakukan penjemuran ketika cuaca mendung atau hujan. Pisahkan jagung berjamur dan jagung berkualitas baik.
  2. Pemipilan, pemipilan hanya dilakukan untuk jagung berkualitas baik atau tidak berjamur. Tujuan dari pemipilan adalah memisahkan biji dari tongkol. Jagung yang telah dikeringkan terlebih dahulu akan mengurangi tingkat kerusakan biji, biji cacat, dan biji mati. Pemipilan bisa dilakukan manual dengan tangan atau jika ingin lebih efektif dan meminimalisir kerusakan bisa menggunakan alat pemipil jagung yaitu corn sheller.
  3. Jemur pipil, hampir sama dengan penjemuran tongkol, penjemuran pipil ini dilakukan diatas tempat yang keras dan tidak lembab. tapi bedanya setiap beberapa jam harus membolak balikkan biji jagung supaya kering merata.
  4. Pengemasan, pengemasan dilakukan setelah kadar air biji jagung <17%. Kemasan yang disarankan adalah karung plastik ukuran 50kg. Setelah dikemas, baiknya langsung dikirim ke gudang untuk dijual. Jangan menyimpan jagung yang telah dikemas terlalu lama karena dapat menyebabkan jamur aflatoksin.
  5. Penjualan, penjualan bisa dilakukan dengan cara menyewa truk untuk membawa hasil panen (jagung). Jika termasuk dalam daftar CPCL, jual jagung kepada gudang yang telah ditunjuk oleh pemerintah.