Info BPP

KAJI TERAP INPARI 42 GRS (Green Super Rice)

2018-10-15 10:17:06 oleh bpp

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (BPTP Jatim) terus agresif melakukan pengembangan, peningkatan dan perbaikan inovasi pengembangan tanaman padi. Terbaru di kabupaten Sumenep, inovasi pengembangan tanaman padi dilakukan di tiga lokasi, salah satunya yaitu di kecamatan Gapura Wilayah BPP Kec. Gapura. Teknologi yang diterapkan adalah jajar legowo dan pengenalan VUB. Dan dari penggunaan itu bisa dilaksanakan panen demfarm seluas 5 hektar di desa Gapura Tengah, kecamatan Gapura dan desa Poreh kecamatan Lenteng varietas Inpari 42," jelas Chendy Tafakresnanto, Kepala BPTP Jatim.

Teknologi jajar legowo yang sedianya sudah diterapkan di Jatim sejak 10 tahun yang lalu dan penerapannya baru 15-17 persen, namun di Sumenep sudah 30 persen petani yang melakukan jajar legowo. Sehingga hal ini perlu didukung dengan meningkatkan menjadi jajar legowo super.

Dalam diskusi bersama petani, Chendy juga menekankan pada petani bahwa untuk meningkatkan produksi, petani dapat melakukan 3 komponen, yaitu menggunakan VUB yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah, menambah populasi tanaman melalui jarwo dan penggunaan pupuk berimbang. "Pemberian pupuk itu bukan sesuai keinginan petani, tapi sesuai kebutuhan tanaman," ungkapnya.

Selain itu juga didukung oleh pengamanan OPT. Karena jenis tanah di Madura berbeda dengan Jawa yang tergolong vulkanik. Tanah di Madura termasuk tektonik, dimana tanah dari laut yang naik ke darat. Sedimen ini sebagai penyedia unsur hara.

Namun dengan didukung teknologi, melalui kaji terap ini mampu meningkatkan produksi, dimana hasil panen di demfarm Gapura 8 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen). Jauh lebih tinggi diatas rata2 produksi Sumenep 6-7 ton/ha GKP.

"Untuk itu perlu adanya dukungan berbagai pihak terutama penyediaan air dan alsintan," tambah Chendy.